Golongan Bahan Galian
Bahan galian industri merupakan semua mineral dan batuan
kecuali mineral logam dan energi, yang digali dan diproses untuk
penggunaan akhir industri dan konstruksi termasuk juga minerallogam yang
bukan untuk dilebur seperti bauksit, kromit, ilmenit, bijih, mangan,
zircon dan lainnya.
Potensi
bahan galian strategis (Golongan A) adalah Minyak Bumi, Gas Bumi, Batu
Bara dan Nikel. Bahan galian yang vital (Golongan B) adalah : Emas,
Intan, Timah Hitam, Seng, Antimonit, Kristal Kwarsa, Pasir Besi,
Belerang, Pirit, Mika, Rutinium dan Zirkon. Bahan galian yang termasuk
(Golongan C) adalah : Pasir Kwarsa, Kaolin, Gips, Pospat, Batu Kapur,
Tanah Liat, Andesit, Kalsit dan Bantuan Beke Vulkanik. Bahan galian
Golongan A adalah jenis Batu Bara, sedangkan bahan galian Golongan C
terdiri dari pasir, Batu Kapur, Batu Padas, Tanah.
Penggolongan bahan galian industri berdasarkan cara terbentuknya
Penggolongan
bahan galian industri berdasarkan atas asosiasi dengan batuan tempat
terdapatnya, dengan mengacu pada Tushadi dkk [1990, dalam Sukandarumidi,
1999] adalah sebagai berikut :
a. Kelompok I : BGI yang berkaitan dengan Batuan Sedimen,
kelompok ini dapat dibagi menjadi :
- Sub Kelompok A : BGI yang berkaitan dengan batugamping : Batugamping, dolomit, kalsit, marmer, oniks, Posfat, rijang, dan gipsum.
- Sub Kelompok B : BGI yang berkaitan dengan batuan sedimen lainnya : bentonit, ballclay dan bondclay, fireclay, zeolit, diatomea, yodium, mangan, felspar.
b. Kelompok
II, BGI yang berkaitan dengan batuan gunung api : obsidian, perlit,
pumice, tras, belerang, trakhit, kayu terkersikkan, opal, kalsedon,
andesit dan basalt, paris gunung api, dan breksi pumice.
c. Kelompok
III, BGI yang berkaitan dengan intrusi plutonik batuan asam & ultra
basa : granit dan granodiorit, gabro dan peridotit, alkali felspar,
bauksit, mika, dan asbes
d. Kelompok
IV, BGI yang berkaitan dengan batuan endapan residu & endapan
letakan : lempung, pasir kuarsa, intan, kaolin, zirkon, korundum,
kelompok kalsedon, kuarsa kristal, dan sirtu
e. Kelompok
V, BGI yang berkaitan dengan proses ubahan hidrotermal : barit, gipsum,
kaolin, talk, magnesit, pirofilit, toseki, oker, dan tawas.
f. Kelompok VI, BGI yang berkaitan dengan batuan metamorf : kalsit, marmer, batusabak, kuarsit, grafit, mika dan wolastonit.
B. Penjelasan Bahan Galian Industri
1. Aspal Alam :
Merupakan
bitumen (campuran hidrokarbon yang dapat dilebur dan mencair dalam
karbon di sulfida), berwarna hitam dgn sementasi solid atau semi solid,
jika dipanaskan akan melunak dan bila dingin akan kembali solid. Aspal
alam terjadi karena pengaruh tektonik terhadap minyak bumi, sehingga
terjadi migrasi melalui dasar dan mengimpregnasi batuan
sekitar yaitu batu gamping dan batu pasir. Karena waktu fraksi ringan
minyak bumi akan menguap, sedangkan yg berat membentuk aspal alam.
2. Aspalite :
Merupakan material berwarna hitam, secara alami terhadap krn bitumen solid, mengkilap, pecahan konkoidal (gilsonit, grahamit).
3. Aspal minyak :
Didapat
dari penyulingan minyak bumi, residunya disebut aspal minyak. Aspal
minyak lebih ekonomis daripada aspal alam sebab volume lebih besar.
Eksplorasi :
Dilakukan dengan seismik/elektrik
Penambangan :
Pengolahan :
Aspal dr tambang
melalui apron feeder dimasukan dlm grizzly dgn spasi 150 mm. Oversize
digiling dgn hammer mill, bersama dgn undersize disaring dgn lunang
saringan 10 mm, 50 mm.
Kegunaan :
Sebagai Galian pelapis, pengikat, pemeliharaan, penunjang, peningkatan pembangunan jalan.
4. Kaolin
Kaolin tersusun dari bahan lempung kualitas tinggi mempunyai komposisi kimia hidrous alumunium (Al2O3 2SiO2 2H2O). mineral
yang masuk dalam kelompok ini adalah : kaolinit, nakrit, dikrit dan
holoysit. Sebagai Galian min utama : kaolinit 80%, min pengotor :
kuarsa, feldspar.
Pembentukan kaolin ada 2 macam yaitu secara pelapukan dan altersai hydrothermal pada batuan
beku feldspatik. Kaolin terjadi dari hasil pelapukan batuan kristalin
asam (granit, diorit). Air panas dari dalam bumi naik ke permukaan
melalui celah dari batuan induk, mengubah feldspar, mika menjadi
kaolinit (alterasi hydrothermal).
Komposisi
mineral pada altersai hidrotermal adalah montmorilonit dan kaolinit
dengan ciri : tubuh endapan membesar ke arah bawah, makin bawah makin
miskin kandungan min asal yg masih segar. Pada proses pelapukan atau
kaolin klimatik, min utamanya adalah holoysit, cirri tumbuh endapan
meluas ke arah samping, makin ke bawah makin banyak dijumpai mineral
asal yg masih segar.
Dari tingkat kejadianya dibedakan :
a. Kaolin residual
Jenis
ini diketemukan ditempat terbentuknya bersama batuan induknya, belum
mengalami perpindahan, kristal teratur, jarang terjadi substitusi ion,
mineral murni
b. Kaolin sedimenter
Sudah
mengalami perpindahan oleh air, angin, gletser, diendapkan dalam
cekungan, kristal tdk teratur, bercampur dengan bahan lain (oksida besi,
titan) lebih halus dan plastis
Penambangan :
a. tambang terbuka : pengupasan lapisan penutup (cangkul, dragline, scraper), penambangan dgn backhoe, bucket excavator
b. Tambang semprot : penambangan dgn monetor diangkut dgn pompa dan pipa dikeringkan
c. Tambang dalam : scr gophering mengikuti arah endapan
Komposisi Kimia :
SiO2 46,79%, Fe2O3 0,64%, MgO 0,11%, Na2O 0,02%, Al2O3 37,22%, TiO2 0,29%, CaO 0,05%, K2O 1,13%, hilang pijar 13,75%.
Pengolahan :
Untuk
membuang kotoran (pasir kuarsa, oksida besi, titan, mika). Untuk
mendapatkan ukuran halus, untuk keputihan tinggi, kadar air, pH TTU dan
sifat lainnya sesuai dengan konsumen.
Terdapatnya :
Di Aceh : Meulaboh, aceh barat
Sumut : tarutung, sibolga, padang
Sumbar : solok, bonjol, pasaman, sawahlunto
Jabar : manonjaya, tasik
Jateng : kab semarang
DIY : gunugn kidul
Jatim : pule , trenggalek, poh gajih
Kalsel : martapura simpang surian, banjarmasin
Kalbar: sambas, singkawang
Penggunaan Khusus :
1. Kaolin untuk batu bata tahan api
2. Kaolin utk semen putih/kertas
3. Kaolin Untuk Industri Karet
4. Kaolin Untuk Industri Pestisida
5. Kaolin Untuk Industri Cat
6. Kaolin Untuk Industri Keramik
5. Zeolit
Ada 3 tipe :
a. Zeolit terbentuk dr aktivitas magma
akibat proses hydrothermal, mineral
silikat mjd zeolit. Pada daerah ini terbentuk heulandit, leumantit dan
analism. Daerah yang jauh terbentuk : mordenit dan klinoptilotit.
b. Proses sedimentasi
ada 3 lingkungan pengendapan : danau air asin, danau air tawar dan marine. Bahan Zeolit bereaksi dengan air membentuk zeolit
c. Proses metamorfosa
bahan
pembentuk bereaksi dgn alumunium pd Tekanan tinggi. Mineral yang
terbentuk : heulandit, mordenit, analism dan klinoptilolit.
2. Zeolit Sintesis :
Natrium
aluminat, natrium silikat, natrium hidroksida, kalium hidroksida,
dibentuk gel, dikristalkan padd Temperature –200C melalui proses
depolemirisasi
Sifat Fisik Kimia
- Warna : cerah kuning, merah, hijau, coklat, putih, abu-abu
- BJ : 2 - 2,4 - kekerasan : 3 - 4 skala mosh
- Kilap : tanah, opaque
- Kristal : monoklin
Komposisi Mineral
Analism : Na16(AlO2)16(SiO2)32 16 H2O
Modernit : Na8(AlO2)8(SiO2)40 24H2O
Klinoptilolit: Na6(AlO2)6(SiO2)30 24H2O
Kabasit: (Na2Ca)6 (Al12Si24O72) 40H2O
Heulandit: (Ca4)(Al8Si28O72) 24H2O
Penambangan
tambang terbuka : linggis, ganco, cangkul, bulldozer, power shovel, dragline.
Pengolahan :
Pemisahan dari kotoran, peremukan, penggilingan, pengeringan, pengaktifan.
Tempat terdapatnya :
Jabar : Gunung Cereme, jampang, bayah, malimping
Jateng : Gunung muria, ajibarang, bumiayu, luk ulo
Jatim : Gunung sidomulyo tulungagung, trenggalek, pacitan
Sumsel : Muaraenim
Lampung : danidar, baturaja
Kalbar : sanggau
Kalteng : siberung
Kegunaan :
Umum :
1. Bidang pertanian: menetralkan tanah asam, penyerap pupuk
2. Bidang peternakan: camp pakan ternak utk meningkatkan kualitas telur
3. Bidang perikanan: penyerap ammonia yg dikeluarkan ikan melalui kotoran
4. Bidang bangunan: camp beton, kerikil ringan, batubata ringan.
5. Bidang Industri: penjernih minyak, penyerap warna, filter industri kertas, panel energi matahari
6. Bidang Lingkungan: penghilang/penyerap bau ion Ca2+, gas N2, O2, CO2 dr asap kendaraan, Tambang dalam.
Khusus :
1. Untuk Pengolahan Limbah Air
2. Rock Wool
3. Zeolit untuk Batako
4. Zeolit bhn pembuat keramik
5. Zeolit sebagai Galian Katalis Perengkah
6. Trass
Batuan induk merupakan batuan
vulkanik dan tuff. Trass merupakan hasil pelapukan endapan vulkanik
sebagian besar mengandung silica, besi dan alumina dengan ikatan gugus
oksida.
Sifat :
Warna
: putih kemerahan, kecoklatan, kehitaman, kelabu, kekuning-kuningan,
coklat tua, coklat muda, abu-abu. Dalam keadaan sendiri tidak mempunyai
sifat mengeras, bila ditambah kapur tohor dan air akan memiliki masa
seperti semen dan tidak larut dalam air. Hal ini disebabkan karena
senyawa silica aktif dan senyawa alumina reaktif dgn reaksi :
2Al2O3 2SiO2 + 7Ca(OH)2 ---> 3CaO2SiO2H2O + 2(2CaOAl2O3SiO2 2H2O)
Mengerasnya
semen pezzoland lebih lambat dari Portland meski kekuatannya bertambah
terus Trass tahan terhadap agregat alkalin, nilai penyusutan dan
pemuaian kecil, kelulusan air kecil (kedap air), thn thd asam tanah
maupun air laut, sifat lentur tdk mudah retak.
Komposisi Kimia:
SiO2 (40,76-56,20%), Al2O3 (17,48-27,95 %), Fe2O3 (7,35-13,15%), H2O (3,35-10,70%), CaO (0,82-10,27%), MgO (1,96-8,05%).
7. Gypsum
1. Gypsum sintesis dr air laut
air laut banyak mengandung ion SO4 =
disbanding ion Ca+ (sebagian terikat oleh Mg++) maka jika kedlm larutan
tersebut ditambah suatu larutan yang banyak mengandung Ca+ maka akan
terjadi pengendapan gypsum. Ca+ dapat diperoleh dari larutan CaCl2 sebagai Galian buangan pabrik soda abu atau larutan Ca(OH)2 dari kapur.
2. Gypsum sintesis dari air kawah
Dilakukan dgn menambah batu gamping kedlm air kawah dgn reaksi:
CaCO3 + air kawah ---> CaSO4.2H2O
Pembakaran batu bara sering menghasilkan SO3 yg berbahaya namun bila gas ini disemprot dgn Ca(OH)2 mk akan menghasilkan gypsum.
SO3+Ca(OH)2 + H2O ---> CaSO4.2H2O
4. Gypsum sintesis hasil sampingan industri Kimia
Gypsum dapat dihasilkan dari produk samping Industri asam sulfat, asam sitrat dan asam fosfat.
Pemanfaatan:
1. Gypsum sebelum kalsinasi
a. Retarde semen Portland
sebagai
Galian bahan balu dipakai rock gypsum yang berfungsi sebagai Galian
retarder (memperlambat pengerasan). Dalam industri ini digunakan yang
mempunyai CaSO4 tinggi, disamping itu mengandung 42% SO3 dan berukuran 0,5-2 inchi.
b. Pertanian : pupuk (land plaster) pada tanah alkalis
Digunakan
rock gypsum yang telah dihancurkan halus (-100mesh) sejumlah 75-90%.
Biasa digunakan pada tanah alkalis untuk meningkatkan pertumbuhan
tanaman, khususnya legume. Gypsum menghasilkan sejml sulfur Bahan Galian
tanaman kacang, buncis, kacang tanag, kacang polong, mampu menangkap
nitrogen bertambah banyak, kalsium sulfat juga cenderung berasimilasi
dgn potas tanah.
c. Peternakan : bhn campuran makanan ternak
d. Pembuat warna dasar cat
e. Pengisi pd industri kertas, crayon, karet
f. Ornamen
g. Industri tekstil
sebagai
Galian perekat produk dan bila diinginkan permukaan yang mengkilap atau
bercahaya. Untuk itu gipsu digunakan bersama lempung dan talk. Gipsum
tidak lebih dr 4% kalsium sulfat, kandungan besi rendah.
Komposisi:
CaCO4 : 77,42%, CaCO3 : 1,45%, Fe2O3+Al2O3 : 0,12%, Si2O3 : 0,34%, NaCl : 0,26 %, MgO: 0%
2. Gypsum Yang Dikalsinasi
Industri
keramik, patung, setakan, fluks gelas, plastik, penggosok granit,
plester dental, autopaedik plater, utk wallpaper, plaster of paris,
compressed plaster yang digunakan pada dinding penyekat langit-langit
genteng. Terjadi secara organik, mekanik atau secara kimia.
Organik : pengendapan binatang karang/cangkang siput, foraminifera,
koral/kerang
Mekanik
: bahannya sama dengan organik yg berbeda hanya terjadinya perombakan
dr batu gamping tsb yg kemudian terbawa arus dan diendapkan tdk terlalu
jauh dr tempat semula
Kimia : tjd pd kondisi iklim dan suasana lingk tertentu dlm air laut atau air tawar mata air mineral
dpt juga mengendapkan batugamping krn peredaran air panas alam yg
melarutkan lapisan batugamping di bawah permukaan yg kemudian diendapkan
di permukaan.
Terdapatnya:
1. Jabar (serang, padalarang, cibadak, tasikmalaya)
2. Jateng ( nusakambangan, gunungkidul, rembang, klaten)
3. Jatim ( tuban, pacitan, madura, malang)
4. Sumatera ( kotaraja, aceh, nias, jambi, bengkulu)
5. Kalimantan ( barito, kutai, kalbar, kalteng)
6. Sulawesi ( tonnasa, ujungpandang)
7. Nusa tenggara (timor, sumbawa)
8. Maluku
9. Papua (kotabaru)
Pengolahan :
- berwujud bongkahan
- digiling halus
- dipanaskan/dibakar/ kalsinasi
Kegunaan :
1. Batu bangunan :
dipakai untuk pondasi jalan, rumah, bendungan. Biasanya dipakai Bahan
Galian Gamping yg keras dan pejal berhablur halus dan mempunyai daya
tekan 800-2500 kg/cm2.
2. Bahan bangunan
syarat : CaO+ MgO min 95 %, SiO2+Al2O3 + Fe2O3 max 5%, CO2 3 %, 70 % lolos ayakan 0,85 mm.
3. Industri kaca : berfungsi sebagai Galian fluks dgn kadar 0,96% SiO2, 0,04 Fe2O3, 0,14 % Al2O3, 0,15% MgO, 55,8% CaO
4. Industri bata silika
Syarat: 90% CaO, max 4,5% MgO, maks 1,5% Fe2O3+Al2O3, maks 55,8% CO2
5. Industri semen :
syarat: 50-55% CaO, maks 2% MgO, viskositas 3200 cp (40% H2O), 2,47 % Fe2O3, 0,95% Al2O3
8. Natrium Bentonit
Mengandung relatif banyak ion Na+ dibandingkan ion Ca++ dan Mg++, kandungan Na2O>2%,
sering dipakai sebagai Galian. bahan tambahan cat, tinta cetak,
pencegah kebocoran pada dam, Lumpur pemboran. Mempunyai pengembangan
yang besar bila ditambah air sehinga dalam suspensi akan menambah
kekentalan pH= 8,5-9,8
Daya tukar ion akan cukup besar, sering dipakai:
Bahan penyerap, industri farmasi, zat pemutih, katalisator, perekat, pasir cetak, perekat briket bb, campuran pakan ternak.
Sifat Bentonit:
1. Komposisi dan jenis mineral dpt diketahui dengan pengujian difraksi sinar x
2. Sifat
kimia, dengan alvalisis sifat kimia tidak langsung dapat menentukan
kualitas bentonit (hanya sebagai Galian pembanding saja sebab komp
hampir sama dengan illit maupun kaolinit)
3. Sifat teknologi, erat kaitannya dgn pemanfaatannya seperti : sifat pemucatan, plastis, suspensi, mengikat dan melapisi
4. Pertukaran
ion, sifat ini menentukan jml air (uap air) yg dpt diserap bentonit.
Hal ini disebabkan krn struktur kisi2 krismin montmorilonit serta adanya
unsur (ion+Kayion) yg mudah tertukar maupun menarik air. Kation / ion
Na mpy daya serap air > Mg, Ca, K dan H. Mk jk dimasukan ke dlm air
akan mengembang dan mbtk larutan koloid. Bila air dikeluarkan akan mbtk
masa yg kuat, liat dan keras serta tdk tembus air disamping itu bersifat
lembab atau thn thd reaksi kimia. Krn itulah bentonit digunakan dlm
pemboran sebab bentonit melapisi dinding dan mampu menahan rembesan air.
Sifat Fisis Bentonit
1. Kapasitas pertukaran kation/cation excange capacity
Karena
struktur kisi-kisi montmorilonit ion dan kation yang mudah tertukar dan
menarik air (ion Na) menyebabkan bentonit segar mengembang bila
dimasukan dalam air, semakin tinggi harga cec maka mutu semakin baik dan
bentonit ini dapat digunakan untuk menyumbat kebocoran dan pemboran.
2. Daya serap
Adanya
ruang pori antar ikatan min lempung serta ketidakseimbangan muatan
listrik dlm ion2nya mk bentonit dapat digunakan sebagai Galian penyerap
berbagai keperluan.
3. Luas permukaan
Biasa dinyatakan sebagai Galian jumlah luas permukaan kristal/ butir bentonit yang berbtk tepung setiap gram berat (m2/gr).
makin luas makin besar zat yg melekat, mk bentonit dpt dipakai sebagai
Galian pembawa dlm insektisida, pengisi kertas, plastik.
4. Rheologi
Apabila bentonit dicampur dgn air dan dikocok mk akan mjd agar-agar, namun bila didiamkan akan mengeras spt semen (tiksotropi)
5. Sifat mengikat dan melapisi
Kemampuan
bentonit mengikat bijih/logam dan mat lai membuat bentonit dpt
digunakan utk pengikat pellet konsentrat/ bijih, pelekat cetakan logam
6. sifat plastis:
Digunakan sebagai Galian pencampur keramik maupun dempul kayu.
Komposisi Kimia Standar
55,40% SiO2, 20,10% Al2O3, 3,7% Fe2O3, 0,49% CaO, 2,49% MgO, 2,76% Na2O3, 0,60% K2O, 13,5 % habis terbakar
Penyebaran Bentonit
1.Jabar : karangnunggal, manonjaya, kowalu (tasikmalaya). Sukabumi, subang, bojong manik
2. Jateng: sangiran, sragen, wonosegoro, smg
3. DIY : Manggulan
4. Jatim: Pacitan, trenggalek, mlg, ponorogo, tulungagung
5. Sumut: pangkalan brandan, sumalungun
6. Sumsel: Muara Tiga
7. Sulut : Manado
8. Kalteng : Barito putera
9. Batu Gamping (Lime Stone)
Dibagi 2 :
|
1. Non Klastik
|
:
|
Koloni binatang laut “gamping koral” penyusun utama adalah koral
|
|
2. Klatik
|
:
|
Hasil rombakan batu gamping akibat erosi, transportasi, sortasi & sedimentasi
|
Sifat
1. Secara kimia terdiri kalsium karbonat & magnesium / gamping dolomitan.
2. BJ = 2
3. Keras. Pejal & Porous
4. Warna Putih Susu, abu – abu muda, coklat, merah, hitam.
· Bt. Gamping Metamorfosa menjadi marmer
· Ditemukan di gua – gua gamping
· Prosesnya air hujan mengandung CO2-àCO2 membusukkan zat organic-àmelarutkan bt. Gamping dilalui.
CaCO3 + 2CO2 + H2O à Ca (HCO3)2 + CO2
Tempat Ditemukan
Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sumsel, Lahat
Teknik Penambangan
· Teknik Side Hill Type & Metode Gophering “mengikuti jalur yg dibongkar)
· Dengan peledakan
· Mengggunakan A2B (skala besar), alat sederhana (skala kecil)
· Bila btg. Gamping tidak keras, digunakan lubang tembak diisi lempung lalu air.
Pengolahan dan Pemanfaatan
· Campuran bahan bangunan pebuatan pondasi, plester rumah, jalan
· Penetral keasaman tanah
· Bahan Penstabil jalan raya
· Bahan baku semen Portland
· Bahan pemutih, penggosok, keramik, tahan api
· Bahan penjernih air
10. Granit
Genesa :
1. Terjadi karena proses magma yang bersifat asam
2. Terbentuk didalam bumi 3-4 Km dan 10-15 km
SIFAT
1. Bentuk intrusi : lakolit, batholit, pakolit.
2. Kekuatan tekan (1000 – 2500 kg/cm2
3. BJ = 2,6 – 2,7
4. Warna gelap
1. Transisi Granit dan Diorit à GRANODIORIT
TEMPAT
Sumatera, Kalimantan
TEKNIK TAMBANG
§ Sesuai dengan permintaan & produksi
§ Peledakan secara bertahap sesuai dimensi yg diinginkan
§ Alat manual (pahat, martil dll)
PENGOLAHAN & PEMANFAATAN
§ Pemolesan
§ Lebih tahan bila terkena sinar matahari & hujan
Manfaat :
§ Bahan lantai atau ornament
§ Sisa potongan menjadi tersaso dengan dicetak bersama semen putih.
11. Belerang ( Sulfur)
Sifat
1. Ada 2 jenis : Sulfida & Alam
2. BJ = 2,05
3. H = 1-5 . 2-5
4. Warna kuning
5. Bila dibkar bewarna biru à CO2 dengan bau tidak enak
Tempat Ditemukan
Sumut, Sumsel, Jabar, Jatim, Jateng, Maluku, Sulut
Teknik Penambangan
· Tambang terbuka
· Disemprot dan menggunakan alat sederhana.
· Pd lapisan tebal dibor, dimasukkan air panas 335oC kedalam endapan belerang melalui pipa kondensasi dipompa keluar -à ditampung & diendapkan à sublimasià belerang bersih.
Pengolahan dan Pemanfaatan
PENGOLAHAN :
· Yg berentuk Kristal (dimasukkan kedalam autociave, ditambah solar, air & NAOH) dimaukkan uap air panas dg tekanan 3 atm
· Yg berbentuk lumpur (flotasi (meningkatkan mutu) à dimasukkan ke autociave
MANFAAT :
· Industi kimia (pupuk, asam sulfat, metalurgi)
· Industi cat, karet, anti serangga, pengawet kayu, obat – obatan.
GENESA :
· Terbentuk karena proses vulkanik
· Berasal dari H2S yang meruapakan Hasil reduksi CaSO4 oleh karbon dan Methan.
· Berasal dari dome.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ø Bahan
Galian Industri Merupakan Semua Mineral dan Batuan kecuali mineral
logam dan energi, yang digali dan diproses untuk penggunaan akhir
industri.
Ø Penggolongan bahan galian industri berdasarkan cara terbentuknya:
o Kelompok I : BGI yang berkaitan dengan Batuan Sedimen,
· Sub Kelompok A : BGI yang berkaitan dengan batugamping
· Sub Kelompok B : BGI yang berkaitan dengan batuan sedimen lainnya
o Kelompok II, BGI yang berkaitan dengan batuan gunung api
o Kelompok III, BGI yang berkaitan dengan intrusi plutonik batuan asam & ultra basa
o Kelompok IV, BGI yang berkaitan dengan batuan endapan residu & endapan
o Kelompok V, BGI yang berkaitan dengan proses ubahan hidrotermal
o Kelompok VI, BGI yang berkaitan dengan batuan metamorf
Ø Beberapa bahan galian dari alam yang berguna dalam kehidupan antara lain : Aspal Alam, Aspalite, Aspal minyak, Kaolin, Zeolit, Trass, Gypsum, Natrium Bentonit, Batu Gamping (Lime Stone), Granit, Belerang ( Sulfur).